*this
fiction story real from my brain. Dilarang copas karena itu perbuatan buruk.
Dan jangan lupa RCL chingudeul ^^*
"Jikalau
aku boleh meminta, aku ingin jatuh cinta lagi. Tapi orang itu harus mati
dulu." Ucapan Mi Kyung membuatku tersentak. Pasalnya di saat sedang tidur
seperti ini, dia masih saja berkhayal menjadi salah satu pemeran di sebuah film
yang ditontonnya pagi tadi bersamaku. Kami memang aneh, di saat pasangan
kekasih lainnya menonton film romantis, kami malah menonton film action, dan
ingatkan aku kalau kami menontonnya di pagi hari.
Rumahku
memang mewah, yah aku tahu itu! Tapi Mi Kyung hanya rajin datang pagi-pagi ke
rumahku hanya untuk menonton film di sana. Dan setelah itu kami pun pergi ke
taman ini untuk mengawasi adik kecilnya yang sedang bermain.
"Hei
kau sedang mendumal ya?"
Aku
tersentak mendengar suaranya. Kapan dia terbangun?
"A-ah
tidaak.... Sudahlah kau tidur lagi saja di bahuku."
"Aku
tidak ngantuk lagi karena tatapan risihmu padaku. Kau masuk ke mimpiku.
Seraaaam sekali. Kau menjadi pengkhianat yang membunuh ibu Jane di film
tadi."
Aku
memegangi keningnya. "Kau sakit, eoh? Bicara yang benar." Kuputar
saja bola mataku, pura-pura marah.
Ia malah
mempoutkan bibirnya, kemudian merangkul lenganku dan mulai merasa bersalah.
"Kyu Hyun Oppa jangan marah." Aku menatapnya risih, dan ia memberikan
senyumannya padaku. "Jangan marah."
Demi
apapun dia membuatku sesak napas karena tingkahnya. Oh, bukan sesak napas, aku
rasa aku gugup. Jatuh cinta lebih tepatnya. Dia belum tahu saja, kalau aku yang
telah membunuh kekasihnya sebelumku, si Zhou Mi yang selalu memeras hartanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar