Kamis, 10 April 2014

[FANFICTION] GEMPAL

By. Pertiwi



"Kalau kau mau menjauhkannya dariku, aku akan menganggap semua hutang Ayahmu yang  melimpah padaku lunas."

"Aku tidak mau."


Baek Hyun terus menolak tawaran bodoh Kai. Baginya itu terlalu kejam, bahkan terlalu menyakitkan. Coba bayangkan saja, si perokok itu sepertinya sudah tidak punya hati karena menyuruh Baek Hyun menjauhkan Seorim darinya.


"Kalau begitu aku ubah tawarannya. Ambil saja dia, bukankah kau menyukainya? Menyukai wanita gempal itu?"


Baek Hyun hampir saja melempar asbak koleksinya ke arah Kai, jika saja dia tidak ingat betapa sulitnya mencari yang seperti itu.


"Memangnya kenapa kalau aku menyukainya? Kau pun dulu pernah memiliki tubuh gempal seperti itu, kan? Lagipula dia tidak terlalu gemuk."

"Itu jauh sebelum kita debut. Kau lihat, sekarang diriku sudah berubah, bukan? Apa kau puas? Aku tidak butuh wanita sepertinya!"


Baek Hyun mengeraskan rahangnya. "Kalau saja kita ini bukan superstar, aku akan menghajarmu, Jong In-ah!"


"Kuharap begitu."



BUKK!!

Darah segar tampak muncul dari sudut bibir Kai ketika kepalan tangan Baek Hyun memukul keras wajahnya.


"ARRGH!"




"Ya, cut! Bagus sekali! Tadi seperti sungguhan!" Aba-aba sutradara membuat keduanya berhenti dan mengambil handuk keringat mereka.



"Memang sungguhan," desis Kai tersenyum miring.


Baek Hyun terkekeh mendengarnya. Ia menyodorkan selembar tisu pada Kai untuk membersihkan darah di bibirnya. "Kau kan yang menyuruhku, dasar pikun. Ini, bersihkan darahmu itu dan berikan obat agar cepat sembuh. Maafkan aku."

"Aaa, tidak, Hyung. Ini salahku. Tapi kalau tidak seperti tadi mungkin produser akan meminta pengulangan beberapa kali lagi."


Keduanya tertawa, kemudian saling merangkul. Mereka menghampiri seseorang yang setia menunggu mereka sejak awal proses syuting.


"Tadi keren sekali, Jong In-ah!" teriak Chan Yeol dan segera merangkul Kai.


"Yak! Tapi tadi aku yang melakukan serangan!" protes Baek Hyun, yang diabaikan oleh Chan Yeol. Teman satu grupnya itu malah sibuk mengelap keringat Kai, layaknya fans yang setia.


Baek Hyun mengalihkan pandangannya pada gadis cantik yang berdiri di sudut lokasi. Ia kemudian melangkahkan kakinya ke sana sambil terus menyunggingkan senyumannya.


"Hai, Seorim. Kau datang kemari?" tanyanya pada gadis itu.


"Aku bawakan makan siang untuk kalian bertiga. Aku tahu Chan Yeol Oppa akan ikut makanya aku buatkan tiga bekal. Kumohon terimalah!" ucap Seorim sembari menyodorkan tiga buah bekal makan siang pada Baek Hyun.



"Hmm..., tapi kau tidak mau memberikannya langsung? Ada Kai di-"



"Tidak usah. Kai Oppa tidak akan senang jika melihatku. Aku sudah baca semua narasinya, Kyung Soo Oppa hebat! Narasinya sangat menyentuh! Aku harap drama kalian akan mendapat rating tinggi!"


Baek Hyun mengacak-acak rambut Seorim. "Itu kan memang kisahmu. Tadinya Kyung Soo juga berencana mengajakmu ambil serta sebagai Seorim di drama ini."


"Anni-a. Nanti semua orang akan tahu cerita sebenarnya. Sudahlah, aku pamit pulang saja. Annyeong!"


Baek Hyun terkekeh. Dalam diam ia menatap punggung gadis berpostur sedikit gempal itu yang kian lama makin menjauh. "Huh, siapa bilang dia gemuk? Lihat saja! Dia akan berubah menjadi cantik suatu saat nanti, dan itu tanpa operasi!"



Dalam pikirannya ia berpikir bahwa suatu saat Kai akan menyesal telah memberikan Seorim kepadanya.






*Sebenernya aku minjem tokohnya Kak Wedha di cerita ini. Habis gegara tugas yang dikasih waktu itu jadi bikin aku mikirnya ke sini. Aku minta maap kak, udah minjem tokoh-tokohnya. Tapi bisa dipastikan ceritanya ga bakal sama kok ._.v ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar