Jumat, 21 Maret 2014
IKAN SEPAT, music, friendship, and happiness
This is IKAN SEPAT (Ikatan Sembilan Empat) ^^
9.4 itu full of happiness. Semuanya ada di sini. Dari yang pinter, bandel, rajin, males, heboh, yang demen selfie, yang sok kece, yang panjang(?) *tinggi maksudnya ._.*, yang demen k-pop, motoGP, bola, yang eksis, cengo pun ada di sini. Tapi meskipun banyak perbedaan, kita semua adalah satu dan saling membutuhkan. Dan entah kenapa ternyata di 9.4 lah pertarungan-UN-yang sebenernya dimulai dan berakhir.
Kami terkumpul di kelas yang letaknya di dekat kantor kepsek dan ruang IT, kelas yang bisa dibilang berada di ujung namun strategis karna dekat sama kamar mandi, lapangan, mushola, dan ruang IT *walaupun jarang ke sana -__-*. Jumlahnya 41 siswa, dengan wali kelas bu Hj. Mustika yang super sabar :D
Kalo pas kelas tujuh (7.2) muridnya demen nyanyi-nyanyi tanpa alat musik, kelas delapan (8.1) ditambah gebuk-gebuk meja pas guru ga ada, nah sekarang kalo di 9.4 diiringi sama gitar yang walaupun cuma sedikit yang bisa maininnya, tapi itung-itung kita jadi bisa nyanyi bareng. Pokoknya 9.4 itu ga bisa sehariii aja tanpa nyanyi-nyanyi, kadang malah bikin lagu sendiri yang nyambung ga nyambung tetep bikin happy xD
Yah, biar pun kadang rada nyebelin karena emang suka ngeledek, tapi 9.4 memang tak akan terlupakan oleh waktu *halah bahasanya*.
Sekarang hampir tiga tahun menjalani masa sekolah di SMPN 1 PASARKEMIS, dan aku sudah mengenal banyak teman, termasuk sahabat-sahabatku: Asyah, Silvi, Soleha, Leni, Siti (Mother), Rena, Tania, Lindiana, Putri (Ahjumma), Nur dan Sulis (duo Beta). Hehe, meskipun hanya kenangan yang mungkin sangat sederhana, jujur aku tak pernah membedakan tentang itu. Semuanya telah hadir dan melingkar di kehidupanku, dan semoga aku bisa tetap mengingat semuanya hingga masa depanku nanti, terutama siswa yang kusebut "KYUHYUN'S TWINS" >.<
Mari bertemu lagi suatu saat nanti dan jadilah orang-orang yang sukses dan berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Good Luck!! Dan jangan lupa untuk selalu berdo'a ^^
Regards,
Pertiwi
[CERPEN] SESAK by Pertiwi Putri Utami
Senja sepi menaungi pelosok kota Pekalongan. Terik
mentari telah berubah kejinggaan. Tawa kecil khas anak-anak sudah tak
terdengar, tergantikan oleh suasana sunyi yang menggelap.
Di atap sebuah rumah, petikkan
gitar membelai telinga dengan alunan musiknya yang terdengar memilukan. Petikkan
itu terdengar parau, tanpa tersirat sebuah lekukkan di bibir sang pengalun.
Orang itu, Dio.
Pria berumur tujuh belas tahun
itu memejamkan matanya, membiarkan alunan itu mencekik hatinya, hingga air
matanya pun jatuh menyentuh jemarinya yang tengah memetik gitar.
“Aku menyerah.” Tangannya
terkulai lemas di samping, tak menyentuh gitarnya lagi. Kehidupannya hancur,
tanpa serpihan kebahagiaan. Pria tampan itu telah kehilangan kedua orang
tuanya, juga kehilangan teman-temannya dikarenakan sebelah kakinya yang sudah
tidak utuh lagi.
Malam ini, ia ingin terdiam di
sana saja, menunggu taburan bintang dan rembulan menghiasi kelamnya malam
bersama gitar tua peninggalan ayahnya dan tongkat besi yang membantunya untuk
berjalan. Dio…, tidak pernah tahu bahwa aku selalu menemaninya dan berada di
sisinya.
Langganan:
Komentar (Atom)
