Jumat, 21 Maret 2014

[CERPEN] SESAK by Pertiwi Putri Utami

Senja sepi menaungi pelosok kota Pekalongan. Terik mentari telah berubah kejinggaan. Tawa kecil khas anak-anak sudah tak terdengar, tergantikan oleh suasana sunyi yang menggelap.
                

Di atap sebuah rumah, petikkan gitar membelai telinga dengan alunan musiknya yang terdengar memilukan. Petikkan itu terdengar parau, tanpa tersirat sebuah lekukkan di bibir sang pengalun. Orang itu, Dio.
                

Pria berumur tujuh belas tahun itu memejamkan matanya, membiarkan alunan itu mencekik hatinya, hingga air matanya pun jatuh menyentuh jemarinya yang tengah memetik gitar.
                


“Aku menyerah.” Tangannya terkulai lemas di samping, tak menyentuh gitarnya lagi. Kehidupannya hancur, tanpa serpihan kebahagiaan. Pria tampan itu telah kehilangan kedua orang tuanya, juga kehilangan teman-temannya dikarenakan sebelah kakinya yang sudah tidak utuh lagi.

                

Malam ini, ia ingin terdiam di sana saja, menunggu taburan bintang dan rembulan menghiasi kelamnya malam bersama gitar tua peninggalan ayahnya dan tongkat besi yang membantunya untuk berjalan. Dio…, tidak pernah tahu bahwa aku selalu menemaninya dan berada di sisinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar